Jenis-jenis Tanah di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan kesuburan tanah yang tinggi. Pernyataan tersebut memang ada benarnya tapi tidak sepenuhnya benar karena tanah di Indonesia ada berbagai jenis. Jenis-jenis tanah di Indonesia beraneka ragam, hal ini tergantung dengan kondisi dan keadaan daerahnya. Untuk mengenal lebih dekat jenis-jenis tanah di Indonesia, mari simak ulasannya dibawah ini:

Jenis Jenis Tanah di IndonesiaSource : http://www.flickr.com/photos/adef/sets/72157629499718530/

1. Tanah andosol

Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah yang subur yang berasal dari abu gunung api. Tanah andosol ini mudah sekali dikenal karena warnanya gelap (kuning atau kuning kelabu) dan akan mudah sekali basah apabila terkena hujan. Tanah subur ini berada disekitar lereng-lereng gunung dan cocok untuk dijadikan lahan pertanian seperti didaerah Lembang, Bandung.

2. Tanah Regosol

Sama seperti andosol, tanah regosol berasal dari material gunung berasi tetapi bentuknya lebih kasar. Tanah regosol bersifat subur sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai lahan pertanian khususnya palawija, sayuran, dan padi. Umumnya tanah regosol berada didaerah-daerah yang memiliki gunung api seperti di Sumatera, Jawa, Bali dan juga Nusa Tenggara.

3. Tanah Aluvial

Tanah aluvial disebut juga dengan tanah endapan karena tanah ini dihasilakan dari proses pengendapan didaerah dataran rendah. Tanah jenis ini tergolong subur karena mengandung banyak mineral yang berasal dari gunung api. Pada umumnya digunakan masyarakat untuk lahan pertanian seperti di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan juga Kepulauan Maluku.

4. Tanah Humus

Humus merupakan salah satu jenis tanah organosol yang didapat dari proses pelapukan (pembusukan) bahan-bahan organik seperti tumbuh-tumbuhan. Tanah ini sangat mudah dikenali karena sifatnya yang mudah basah dan warnanya yang kehitaman. Humus merupakan jenis tanah yang subur karena mengandung unsur-unsur organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman.

5. Tanah Gambut

Jenis-jenis tanah lainnya yang ada di Indonesia adalah tanah Gambut. Sama halnya dengan tanah humus, tanah ini termasuk kedalam golongan tanah organosol yang diperoleh dari pembusukan bahan-bahan organik. Hal yang membedakan adalah tanah gambut ini dihasilkan dari pembusukan tumbuhan (bahan-bahan organik) yang berada disekitar rawa-rawa.

6. Tanah Litosol

Tanah litosol disebut juga dengan tanah berbatu-batu karena tanah ini didapat dari pelapukan bebatuan yang masih belum sempurna sehingga masih nampak seperti bebatuan yang besar dan kasar. Tanah jenis ini sangat tidak cocok untuk lahan pertanian karena memiliki unsur hara yang sedikit. Pada umumnya jenis tanah seperti ini bisa dijumpai disekitar lereng gunung.

7. Tanah Podzol

Tanah Podzol bisa dijumpai didaerah-daerah yang memiliki temperatur udara rendah dan curah hujan yang relatif tinggi. Tanah ini termasuk tanah yang tidak subur karena miskin akan unsur hari, tetapi ketika hujan datang tanah ini akan ditumbuhi ilalang-ilalang. Tanah ini berwarna merak dan mudah basah, persebarannya hampir merata diseluruh daerah di Indonesia.

8. Tanah Laterit

Jenis-jenis tanah lainnya yang terdapat diwilayah Indonesia adalah tanah laterit. Tanah jenis ini biasanya terdapat didaerah-daerah yang memiliki tingkat suhu udara dan curah hujan yang tinggi. Tanah ini termasuk tanah yang tandus, tidak subur karena miskin sekali akan unsur hara. Persebarannya terdapat didaerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

9. Tanah Mergel

Tanah mergel didapat dari hasil campural pelarutan tiga material yang berbeda yaitu kapur, pasir dan tanah liat. Umumnya tanah-tanah seperti ini dijumpai didaerah-daerah yang memiliki curah hujan yang tidak merata. Tanah ini tergolong tidak subur dan biasanya digunakan untuk kebun jati. Tanah ini terdapat didaerah Bogor (Jawa Barat), Solo (Jawa Tengah), dan Kediri (Jawa Timur).

10. Tanah Renzina

Tanah renzina merupakan satu dari dua jenis tanah terarosa (kapur) yang ada diwilayah Indonesia. Tanah ini umunya berwarna hitam dan tidak subur karena sangat sedikit kandungan unsur haranya. Kita bisa menjumpai tanah jenis ini didaerah yang memiliki curah hujan yang tinggi dan memiliki topografi bergamping seperti didaerah Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

11. Tanah Mediteran

Jenis tanah lainnya yang tergolong tanah terarosa (kapur) adalah tanah mediteran. Tanah ini termasuk tanah yang mudah dikenali karena karakteristiknya yang berwarna putih kecoklatan, strukturnya keras, dan tidak subur (miskin akan unsur hara). Mengingat ini termasuk tanah yang tidak subur, pemanfaatannyapun hanya sebatas untuk pertanian tegalan dan kebuh jati saja.

12. Tanah Pasir

Jenis-jenis tanah lainnya yang bisa ditemukan di Indonesia adalah tanah pasir. Tanah jenis ini umumnya bisa dijumpai didaerah-daerah pesisir atau daerah-daerah yang berdekatan dengan pantai seperti di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Tanah jenis ini termasuk tanah yang tidak subur karena memiliki unsur hara yang sedikit sehingga tidak mungkin dijadikan tanah untuk pertanian.

13. Tanah Padas.

Tanah padas adalah salah satu jenis tanah yang ada di Indonesia ini. Tanah ini adalah tanah yang padat karena mineral yang ada didalamnya telah dikeluarkan oleh air. Tanah ini tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Tanah ini adalah jenis tanah yang tidak subur dan umumnya masyarakat memanfaatkannya untuk membuat kerajinan dan bahan bangunan.

Nah itulah pembahasan mengenai 13 jenis tanah yang ada di Indonesia. Tentu kita bisa menarik kesimpulan bahwa jenis-jenis tanah di Indonesia sangat beranekaragam, ada yang subur dan ada yang tidak subur, ada yang empuk dan ada yang keras, ada mudah menyerap air dan ada yang sukar menyerap air. Semua jenis tanah yang dikemukakan diatas seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kemakmuran dan kesejahteraan Bangsa Indonesia.

7 thoughts on “Jenis-jenis Tanah di Indonesia

  1. Min numpang tanya, kalo mau minta data real tentang jenis – jenis tanah ke institute mana ya ? saya udah coba dateng ke Dinas Pertanian, Dinas Pertambangan, dan Badan Lingkungan Hidup dan Badan Pertanahan Nasional. Tapi semuanya tidak memiliki data mengenai jenis – jenis tanah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*